Kamis, 05 Mei 2011

Lima Episode El Clasico Telah Selesai

Lima episode El Clasico di musim ini telah berakhir. Gol, suhu pertandingan yang tinggi, "duel" di luar lapangan, hingga simpati atas nama kemanusiaan mewarnai bentrok dua raksasa Spanyol: Real Madrid dan Barcelona.

El Clasico menjadi kisah yang mendominasi kompetisi baik itu di tingkat Spanyol atau pun di Eropa di sepanjang musim 2010/2011 ini. Kedua raksasa Negeri Matador yakni Barca dan Madrid lima kali bertemu, baik itu di panggung domestik atau pun pentas Eropa.

Kini drama sepanjang lima babak itu sudah berakhir. Seri pamungkas dipentaskan dinihari tadi. Apa saja hal yang hadir dari lima El Clasico ini?

Messi Paling Subur
Ada 12 gol yang tercipta dalam lima pertandingan El Clasico atau rata-rata 2,4 gol per pertandingan. Lionel Messi menjadi top skorer El Clasico musim ini dengan tiga gol. Bintang Barca itu menjebol gawang Madrid dalam pertemuan tanggal 16 April di La Liga (satu gol) dan dua gol di semifinal leg I Liga Champions (27 April). Sementara itu bintang Madrid Cristiano Ronaldo mengemas dua gol yakni saat pertemuan 16 April dan di final Copa del Rey 20 April.

Kartu Merah
Pengusiran terhadap pemain menjadi hal yang cukup sering terjadi di El Clasico musim ini. Satu-satunya bentrok yang bersih dari pengusiran adalah dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions dinihari tadi, di mana skor berkesudahan 1-1. Pemain Real Madrid mendominasi daftar mereka yang harus meninggalkan lapangan sebelum laga berakhir.

Mereka adalah Sergio Ramos, Raul Albiol, Angel di Maria, dan Pepe. Itu bisa ditambah dengan pelatih Jose Mourinho yang juga diusir di leg I semifinal Liga Champions. Untuk kategori ini, Barcelona "menyumbang" satu nama yakni kiper cadangan Jose Pinto.

Barca Unggul Hasil, Madrid Sudah Punya Trofi
Barcelona memang menjadi tim yang lebih unggul dalam catatan pertemuannya dengan Real Madrid di musim ini. Dari lima pertemuan, Azulgrana menang dua kali, Los Blancos menang sekali, dan dua laga lain berakhir seri. Namun meski hanya menang sekali, namun satu-satunya kemenangan tim ibukota Spanyol itu berbuah trofi kepada Madrid, karena kemenangan itu hadir di laga final Copa del Rey.

Kontroversi
Kontroversi menjadi bumbu penyedap untuk El Clasico musim ini. Kubu Real Madrid berulang kali mengeluhkan sikap pemain Barcelona yang tidak sportif juga menuding pemain The Catalans bertindak rasis. Pelatih Madrid Jose Mourinho bahkan menantang Barcelona untuk memenangi gelar juara tanpa skandal. Pasca seri terakhir dinihari tadi, kubu Madrid masih juga mempersoalkan adanya perlakuan istimewa yang diberikan ofisial pertandingan untuk Barcelona.

Apa tanggapan kubu Barcelona? "Saya sangat memahami pemain saya dengan sangat baik dan mereka merupakan teladan untuk profesionalitas dan kejujuran. Mereka memang melakukan kesalahan di pertandingan, namun menurut saya mereka adalah teladan. Apa yang terjadi di waktu lalu, itu terjadi di waktu lalu," kata pelatih Josep Guardiola di ESPN Star sebelum laga leg kedua semifinal Liga Champions.

"Sepakbola adalah pemenangnya dan nilai-nilai Barcelona telah terangkat," imbuh presiden klub Sandro Rossell di situs resmi Barca, beberapa saat usai Barca memastikan tiket final Liga Champions.

Pertarungan di Jalur Hukum
Bahkan sengitnya pertarungan juga terjadi hingga di luar lapangan. Kedua tim bahkan mengambil langkah hukum dengan saling mengadukan ke UEFA. Badan tertinggi sepakbola Eropa tersebut menolak permohonan baik dari Blaugrana atau pun Los Merengues. Di luar El Clasico, Barcelona juga "diganggu" dengan isu doping yang dihembuskan radio COPE, yang mana radio tersebut mengambil pernyataan dari salah seorang dokter di Real Madrid.

Sejenak Melupakan Permusuhan
Seruncing apa pun permusuhan yang terjadi, ketika hal-hal yang bersifat kemanusiaan terjadi, maka sejenak kedua kubu melupakan rivaitas yang terjadi. Itu ditunjukkan oleh para pemain Real Madrid pertengahan Maret silam, yang memberikan simpati dan dukungannya kepada pemain Barcelona Eric Abidal. Saat itu pesepakbola asal Prancis tersebut harus menjalani operasi tumor liver.
(dtc/nar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar